PENGELOLAAN LINGKUNGAN UPT. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TANAMAN DAN PANGAN HOLTIKULTURA KEBUN LEBO, SIDOARJO
Abstract
Sektor pertanian merupakan salah satu penyebab adanya pencemaran lingkungan. Sampah-sampah yang ditimbulkan akibat kegiatan pertanian menjadi dapat menyumbang gas metana sehingga dapat meningkatkan suhu bumi bila tidak dikelola dengan baik. Mengkonsumsi lebih sedikit air dan energi, meningkatkan komposisi unsur hara tanah, menekan biaya produksi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta ramah terhadap lingkungan merupakan beberapa hal yang perlu dikaji untuk menerapkan revolusi hijau di pertanian yang sedang direncanakan oleh pemerintah. UPT PATPH merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur yang semestinya juga dijadikan percontohan dalam revolusi hijau. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara langsung, pengelolaan lingkungan pertanian terkait dengan perawatan lahan, pengendalian hama, serta sistem irigasi (pengairan) telah baik, namun masih terdapat permasalahan lain seperti sampah-sampah yang dihasilkan masih diproses dengan cara membakar tumpukan sampah kering maupun basah sehingga bila dibiarkan akan meningkatkan pencamaran lingkungan yang dapat menimbulkan adanya penyakit. Adapun jenis sampah yang mendominasi yakni sampah organik yang berasal dari kegiatan pembudidayaan tanaman melon jenis Golden Langkawi yakni sekitar 108,58 kg/minggu. Oleh sebab itu, diperlukan adanya TPS Organik sehingga dapat digunakan kembali menjadi kompos dan menimalisir adanya timbulan sampah.
